Semende Darat Tengah-Muara Enim
Pada pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-42 yang di langsungkan di Kecamatan Semende Darat Tengah (SDT) mulai dari tanggal 06 April s/d 11 April 2026, berhasil meraih juara umum pada ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Muara Enim tahun 2026 tersebut yakni Kec. Semende Darat Tengah (SDT).Dan pada pada Sabtu (11/04/2026) kegiatan tersebut resmi di tutup oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, Ir. Yulius, M.Si. Pada MTQ ke-42 kali ini diikuti sebanyak 489 peserta dari 22 kafilah kecamatan se-Kabupaten Muara Enim. Sebagai tuan rumah, kafilah SDT tampil gemilang dengan menyabet gelar juara umum. Para juara dari ajang ini akan mewakili Kabupaten Muara Enim pada MTQ tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Juni hingga 2 Juli 2026 mendatang.
Sekda menyampaikan, bahwa MTQ bukan hanya ajang perlombaan, melainkan juga sebagai momentum untuk menumbuhkan semangat baru dalam menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dirinya menekankan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat syiar Islam dan mempererat persaudaraan antar umat. Momen istimewa turut mewarnai penutupan MTQ kali ini. Bupati Muara Enim, H. Edison, S.H., M.Hum., secara pribadi memberikan hadiah umroh gratis kepada para juara. Sebanyak empat peserta terbaik dan dua dewan hakim pilihan menerima penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mengharumkan nama daerah.
Tambah Sekda, bahwa pemberian hadiah umroh dari Bupati merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan syiar Al-Qur’an. Ia menilai langkah tersebut akan semakin memotivasi generasi muda untuk terus berprestasi dan mendalami nilai-nilainya keagamaan. Dengan berakhirnya MTQ ke-42, Kabupaten Muara Enim menaruh harapan besarnya kepada seluruh juara dari berbagai kecamatan untuk membawa nama baik daerah di tingkat provinsi. Sekda menegaskan keberhasilan ini harus menjadi titik awal semangat baru dalam membumikan Al-Qur’an, sehingga masyarakat Muara Enim semakin religius, rukun, dan berdaya saing. (Tim)



